Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaBerita Muna Barat

Usulan 5 Desa Disetujui Pusat, Mubar Jadi Penerima Program Kampung Nelayan Merah Putih Terbanyak di Sultra

410
×

Usulan 5 Desa Disetujui Pusat, Mubar Jadi Penerima Program Kampung Nelayan Merah Putih Terbanyak di Sultra

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Bupati Muna Barat, La Ode Darwin bersama Kapolres Muna AKBP Indra Sandy Purnama Sakti, S.I.K. dan Komandan Kodim (Dandim) 1416/Muna, Letkol Inf Salman Habibu. (foto : Kabartime.com).

MUNA BARAT, KABARTIME.COM — Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Pemkab Mubar) terus bergerak masif menggenjot pembangunan di sektor kelautan dan perikanan. Pemkab Mubar optimistis usulan program Kampung Nelayan Merah Putih di lima desa sasaran dapat terealisasi secara menyeluruh.

Adapun lima desa yang masuk dalam skema program strategis ini yakni Desa Latawe, Desa Tanjung Pinang, Desa Bangko, Desa Lasaama, dan Desa Tondasi. Terealisasinya program ini tidak lepas dari hasil pengawalan aspirasi dari Anggota DPR RI Komisi IV, Bapak Jailani.

Bupati Mubar, La Ode Darwin, menyampaikan bahwa Kabupaten Muna Barat berhasil menjadi daerah penerima program Kampung Nelayan Merah Putih terbanyak di Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal ini dicapai setelah seluruh usulan yang diajukan oleh Pemkab Mubar disetujui penuh oleh pemerintah pusat.

Saat ini, kucuran anggaran tahap awal senilai kurang lebih Rp3 miliar per desa telah mulai dikucurkan untuk tiga desa sasaran pertama, yaitu Desa Latawe, Desa Lasaama, dan Desa Tondasi.

“Khusus untuk Desa Tondasi, wilayah ini mendapatkan alokasi anggaran tambahan hingga Rp15 miliar yang diproyeksikan sebagai pusat pengembangan. Dana tambahan ini diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur pendukung kelautan terpadu, mulai dari SPBU Nelayan, gudang penyimpanan, cold storage (pabrik es/penampungan hasil tangkapan), hingga dermaga pelabuhan,” ujar La Ode Darwin.

Sementara itu, dua desa lainnya yang turut melengkapi skema program ini adalah Desa Tanjung Pinang dan Desa Bangko masuk dalam skema yang sama.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Muna Barat, Sukarti Lykra, menyampaikan bahwa kelima desa sasaran tersebut saat ini seluruhnya telah resmi berkontrak.
Sukarti menjelaskan, total alokasi anggaran secara keseluruhan untuk pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Muna Barat mencapai sekitar Rp30 miliar yang tersebar di beberapa titik wilayah.

“Anggaran awal yang telah berkontrak dan turun melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tercatat senilai Rp4,9 miliar lebih. Selanjutnya, satu lokasi utama yang dijadikan hub pusat pengembangan dianggarkan sebesar Rp15 miliar, ditambah lokasi pendukung sekitar Rp3–4 miliar,” terangnya.

Sukarti menyampaikan bahwa Pengembangan Kampung Nelayan ini dirancang untuk menyediakan sarana dan prasarana pendukung operasional nelayan secara terpadu. Beberapa fasilitas yang disiapkan meliputi tempat penampungan/pabrik es (ice maker), bengkel perbaikan mesin kapal, hingga sarana transportasi pendukung seperti kendaraan operasional (three wheel/vios).

Program pembangunan Kampung Nelayan ini merupakan bagian dari target nasional pemerintah pusat untuk menjangkau hingga 1.000 desa/kampung nelayan di seluruh Indonesia. Pemkab optimistis program ini dapat berjalan lancar serta berlanjut pada pemetaan wilayah potensial lainnya di tahun mendatang.

Melihat keberhasilan penyerapan dan realisasi program tahun ini, Pemkab Mubar berencana untuk terus memperluas jangkauan pembangunan sektor perikanan hingga ke wilayah pesisir pulau-pulau kecil pada tahun mendatang.

“Insyaallah tahun depan kami akan masuk di beberapa desa wilayah kepulauan untuk mengusulkan penambahan program Kampung Nelayan Merah Putih,” pungkasnya. (red).

Example 728x250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *