Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKesehatan

Wujudkan Visi Bupati Mubar, Puskesmas Lawa Jemput Bola Lewat Program Dokter Keliling Gratis

438
×

Wujudkan Visi Bupati Mubar, Puskesmas Lawa Jemput Bola Lewat Program Dokter Keliling Gratis

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Tim Puskesmas Lawa saat melaksanakan pelayanan Dokter Keliling langsung ke rumah-rumah masyarakat di Desa Latugho, Kecamatan Lawa, Mubar. (Foto istimewah).

MUNA BARAT, KABARTIME.COM– Puskesmas Lawa, Kecamatan Lawa, bergerak cepat merealisasikan salah satu program prioritas Bupati Muna Barat (Mubar), La Ode Darwin. Langkah konkret ini diwujudkan dengan mengaktifkan pelayanan Dokter Keliling langsung ke rumah-rumah masyarakat (jemput bola). Program ini merupakan bagian dari visi-misi besar Bupati untuk memastikan seluruh masyarakat Mubar mendapatkan akses kesehatan yang merata demi mewujudkan masyarakat yang sehat.

Sebagai langkah awal, tim medis Puskesmas Lawa melaksanakan kunjungan perdana di Desa Latugho. Hebatnya, kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Lawa dengan memboyong tim lengkap yang terdiri dari dokter keliling, perawat desa, bidan desa, petugas laboratorium, hingga petugas farmasi.

Dalam aksi di lapangan tersebut, tercatat sebanyak 8 pasien dengan kondisi keterbatasan fisik atau sakit parah berhasil dikunjungi dan langsung mendapatkan penanganan medis di rumah mereka.

“Kemarin itu kita dapatkan 7 orang di Desa Latugho yang betul-betul tidak bisa jalan, ditambah satu orang pasien pasca-operasi. Tujuh orang ini sebagian besar sudah lanjut usia (lansia), bahkan sudah sulit berbicara dan kurang pendengaran,” jelas Kepala Puskesmas Lawa, Wa Ode Samsia, Jumat (10/7/2026)

Ketgam: Tim Puskesmas Lawa saat melaksanakan pelayanan Dokter Keliling langsung ke rumah-rumah masyarakat di Desa Latugho, Kecamatan Lawa, Mubar. (Foto istimewah).

Wa Ode Samsia menjelaskan bahwa meskipun saat ini pelayanan masih difokuskan di Desa Latugho karena urgensi kondisi pasien, pihaknya berkomitmen penuh untuk menyisir dan melakukan kunjungan serupa ke setiap wilayah kerja mereka yang mencakup 4 desa dan 1 kelurahan. Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Wamelai, Desa Lalemba, Desa Latompe, Desa Watumela, dan Desa Latugho.

“Ke depan kita akan bergeser ke desa lain. Namun, kami tidak menutup ruang untuk wilayah lain di luar jadwal. Jika ada warga yang butuh dokter di rumah sekarang, akan langsung kami layani,” tambahnya.

Selain menyukseskan program Bupati Mubar, Puskesmas Lawa juga menindaklanjuti instruksi Ketua TP-PKK Mubar, Rhika Purwaningsih. Petugas kesehatan diarahkan untuk turut memperhatikan kelayakan tempat tinggal masyarakat, mengingat kondisi hunian sangat memengaruhi derajat kesehatan.
“Jadi selain memeriksa kesehatan fisik, kami juga diarahkan melaporkan kondisi tempat tinggal warga. Di lapangan, memang kami temukan ada rumah warga yang belum memenuhi standar kesehatan, seperti belum memiliki plafon, WC, serta sirkulasi udara yang kurang bagus,” ungkap Wa Ode Samsia.

Sementara itu, Dokter Umum Puskesmas Lawa, dr. Vaila Rezki, menyampaikan bahwa mayoritas pasien lansia yang ditemui di lapangan mengidap penyakit seperti Hipertensi (tekanan darah tinggi), Diabetes Melitus (gula darah), Osteoartritis (rematik), dan Stroke.

Untuk menangani hal tersebut, tim medis memberikan pelayanan komprehensif di tempat yang meliputi Pemeriksaan Tanda Vital, seperti Pengukuran tensi darah, pernapasan, nadi, dan suhu tubuh. Pemeriksaan Fisik, seperti pemeriksaan paru-paru, jantung, perut, dan lambung. Kemudian pemeriksaan Laboratorium Penunjang, seperti Cek kadar gula darah, kolesterol, asam urat, hingga kadar Hemoglobin (HB).

“Usai melakukan pemeriksaan kesehatan, pasien langsung mendapatkan obat di tempat secara gratis,” ujar dr. Vaila Rezki.

Demi kelancaran program Dokter Keliling ini, Puskesmas Lawa terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa setempat agar aktif memantau warga yang sakit. Bagi masyarakat yang tidak memiliki kemampuan atau akses ke gedung Puskesmas, pihak manajemen telah menyediakan solusi cepat.
Puskesmas Lawa kini menyediakan nomor kontak khusus yang dapat dihubungi kapan saja. Selain itu, warga juga bisa langsung melapor kepada petugas kesehatan terdekat seperti bidan atau perawat desa agar tim dokter keliling bisa langsung meluncur ke lokasi.


Sementara itu, Operator Teknis Puskesmas Lawa, LM. Arjuna menambahkan bahwa selain urusan medis, tim Puskesmas Lawa juga melakukan aksi sosial dengan membantu mengaktifkan kartu BPJS Kesehatan warga yang sudah mati, serta mendata kebutuhan administrasi kependudukan (KK dan Akta Kelahiran) untuk dikoordinasikan dengan dinas terkait.

“Kalau kita dapatkan BPJS tidak ada atau sudah tidak aktif maka kami yang baru uruskan. Artinya kalau ada kendala administrasi untuk pelyanan kesehatan maka pihak Puskesmas lawa siap membantu masyarakat”, kata Arjuna.

Dengan adanya keterpaduan antara program pemerintah kabupaten, kesigapan puskesmas, dan peran aktif masyarakat, diharapkan tidak ada lagi warga Muna Barat yang telantar atau kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan primer.

“Apa lagi saat ini seluruh fasilitas kesehatan termasuk pengantaran pasien dengan ambulans jika diperlukan diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun, ” Pungkasnya.(red).

Example 728x250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *