Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Perkuat Tali Silaturahmi, Masyarakat Kelurahan Dana Gelar Acara Syukuran dan Ritual Budaya

733
×

Perkuat Tali Silaturahmi, Masyarakat Kelurahan Dana Gelar Acara Syukuran dan Ritual Budaya

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Prosesi pembacaan Haroa oleh pegawai sara yang di pimpin Imam Kelurahan Dana dan disaksikan oleh pemerintah Kecamatan Watopute, Kelurahan Dana, dan tokoh masyarakat Kelurahan Dana, Kecamatan Watopute, Kabupaten Muna, minggu (9/8/2026), (foto:kabartime.com).

MUNA, KABARTIME.COM — Masyarakat Kelurahan Dana, Kecamatan Watopute, Kabupaten Muna menyelenggarakan acara syukuran yang dibalut dengan ritual budaya Muna pada Minggu, 9 Agustus 2026. Kegiatan yang murni lahir dari inisiatif warga lokal ini menjadi wadah ekspresi rasa syukur sekaligus langkah nyata membentengi kebudayaan daerah dari gerusan arus digitalisasi.

Camat Watopute, La Ode Ondo, menegaskan bahwa ritual dan pagelaran seni ini tidak sekadar berfungsi sebagai sarana hiburan rakyat. Lebih dari itu, agenda tersebut menjadi simbol apresiasi dan rasa syukur masyarakat atas berbagai dinamika serta capaian pembangunan di wilayahnya.

“Ini bukan sekadar hiburan, tetapi simbol rasa syukur kepada Allah SWT. Acara ini murni inisiatif dari masyarakat Kelurahan Dana, melibatkan seluruh elemen mulai dari lingkungan satu hingga lingkungan empat, tokoh agama, tokoh adat, serta pemuda,” ujar La Ode Ondo saat ditemui di lokasi kegiatan.

Rangkaian acara diawali dengan kegiatan kemasyarakatan seperti jalan santai, lalu dilanjutkan dengan pelestarian tradisi ritual Kasambu dan pembacaan Haroa (dulang). Momentum ini dinilai sangat krusial untuk membangkitkan kembali nilai-nilai tradisi lokal yang kian terpinggirkan.

La Ode Ondo menekankan pentingnya menjadikan helatan budaya ini sebagai pemicu semangat untuk merawat warisan leluhur. Menurutnya, gelaran perdana ini merupakan awal dari rencana pelaksanaan berbagai acara ritual budaya lainnya di masa mendatang.

“Anak-anak kita hari ini banyak yang terpengaruh dengan perkembangan digitalisasi. Nah, melalui kegiatan ini, kita ingin melestarikan kembali budaya lokal yang sempat meredup tanpa mengesampingkan perkembangan zaman,” tegas Camat Watopute tersebut.

Antusiasme warga juga terlihat dari sajian kuliner adat yang disiapkan secara swadaya. Masyarakat Kelurahan Dana menyajikan tujuh dulang tradisi Haroa, di mana setiap perwakilan dusun membawa dulangnya masing-masing untuk dinikmati bersama.

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Dana, Ramayudin, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan kerja sama seluruh warga. Tingginya partisipasi masyarakat dinilai menjadi bukti kokohnya tali silaturahmi dan semangat gotong royong di Kelurahan Dana.

Menanggapi dorongan serta wacana dari pimpinan daerah terkait penetapan dirinya sebagai lurah definitif, Ramayudin menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah tersebut secara maksimal.

“Tentu kami merasa bangga dan bersyukur kepada Allah SWT serta pemerintah daerah atas kepercayaan yang diberikan. Amanah ini berat, namun dengan dukungan penuh seluruh tokoh dan warga Kelurahan Dana, kami optimistis dapat membawa wilayah ini ke arah yang lebih baik,” ungkap Ramayudin.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Kelurahan Dana, La Ode Samia, turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang telah menyukseskan acara. Ia juga memberikan apresiasi khusus atas kehadiran Wakil Bupati Muna, La Ode Asrafil, yang hadir langsung menyaksikan jalannya kegiatan sekaligus membuka kegiatan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk membangun kembali nilai-nilai budaya kita sekaligus mempererat silaturahmi antara masyarakat Kelurahan Dana dan Pemerintah Daerah Kabupaten Muna,” tutur La Ode Samia.
Ia berharap sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah dapat terus terjalin erat demi mendorong kemajuan pembangunan, khususnya di wilayah Kelurahan Dana.

Untuk di ketahui, inisiatif gelaran ini tak lepas dari peran pemuda setempat. Koordinator Kegiatan sekaligus Tokoh Pemuda Kelurahan Dana, La Meni, menyampaikan bahwa agenda budaya ini awalnya diinisiasi oleh kolaborasi tiga kelompok masyarakat, yakni Karang Taruna, Pengurus Masjid, serta Komunitas Baku Join Soliwu (Bajo’S).(red).

Example 728x250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *