Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaOlahraga

La Ode Sagala Terpilih Aklamasi Pimpin FORKI Mubar, Fokus Jaring Bibit Atlet Hadapi Porda Sultra

654
×

La Ode Sagala Terpilih Aklamasi Pimpin FORKI Mubar, Fokus Jaring Bibit Atlet Hadapi Porda Sultra

Sebarkan artikel ini
Ketgam: La Ode Sagala resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara, dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar pada hari sabtu (25/07/2026), (foto : kabartime.com).

MUNA BARAT, KABARTIME.COM— La Ode Sagala resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara, dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar pada hari sabtu (25/07/2026).

Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, La Ode Sagala menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus serta pengurus cabang olahraga atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi karate di Muna Barat tersebut.

“Terima kasih atas kepercayaan seluruh pengurus FORKI Mubar. Ini adalah tanggung jawab besar yang harus kita jalankan bersama,” kata Sagala saat ditemui di ruang kerjanya, senin (27/7/2026).

La Ode Sagala menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukannya adalah merampungkan susunan pengurus FORKI Muna Barat di semua level kepengurusan. Setelah struktur organisasi terbentuk rapat, fokus utama kepengurusannya adalah melakukan penjaringan dan pembinaan bibit-bibit atlet karate daerah. Penjaringan atlet potensial tersebut diproyeksikan sebagai langkah awal persiapan menghadapi ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sulawesi Tenggara.

“Fokus utama kita saat ini adalah penjaringan bibit atlet karate untuk kejuaraan Porda Sultra mendatang,”ungkapnya.

Selanjutnya dalam rangkah menghidupkan kembali iklim olahraga karate dan memicu semangat para atlet karate di daerah, FORKI Muna Barat berencana menggelar kejuaraan tingkat lokal dalam waktu dekat.

“Rencananya kita akan buat turnamen di daerah, dengan tema Darwin Cup atau Bupati Cup. Nanti model dan format kejuaraannya akan kita bahas lebih lanjut dalam rapat internal,” tutur Sagala.

Sagala tidak menampik bahwa minat anak-anak dan remaja di Muna Barat terhadap cabang olahraga karate sempat mengalami penurunan belakangan ini. Menurutnya, kondisi tersebut disebabkan oleh semakin minimnya kompetisi lokal, termasuk tidak dilombakannya lagi cabang olahraga karate dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

“Dulu anak-anak sangat bersemangat latihan karena banyak event yang digelar. Bahkan atlet-atlet Muna Barat dulunya sangat dominan dan berhasil menembus kejuaraan skala nasional,” ujarnya.

Kendati kompetisi terbilang sepi, La Ode Sagala mengapresiasi para karateka muda di beberapa daerah yang masih konsisten menjalankan latihan, seperti di Kecamatan Wadaga, Kusambi, dan Tiworo. Adapun untuk wilayah Kecamatan Lawa, para peminat karate saat ini masih memilih bergabung latihan di Kecamatan Wadaga. Ia berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan cabang olahraga karate di Muna Barat dengan mengaktifkan kembali sentra-sentra latihan di setiap kecamatan secara merata.

“Ke depan, kita akan aktifkan kembali latihan karate di setiap cabang agar proses pembinaan atlet berjalan berkesinambungan dan merata di seluruh wilayah Muna Barat,” pungkasnya.

Example 728x250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *