MUNA BARAT, KABARTIME.COM— Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Lawa, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, mencanangkan program pembinaan prestasi terpadu untuk memoles bakat para peserta didiknya. Langkah strategis ini digulirkan guna membekali siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik, agar mampu bersaing di tingkat daerah hingga nasional.
Program pemetaan dan pembinaan bakat tersebut difokuskan pada tiga ajang talenta tahunan utama, yakni Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), serta Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N).
Kepala SMAN 1 Lawa, La Ode Mirad, menyampaikan bahwa program unggulan ini dirancang untuk mengembangkan potensi siswa secara bersamaan tanpa membatasi ruang tumbuh mereka.
“Kita akan menyediakan program-program yang dirancang untuk mengembangkan prestasi akademik dan non-akademik siswa secara bersamaan. Program-program ini mencerminkan prinsip beragam layanan belajar, bahwa satu jalur tidak cukup untuk mempersiapkan siswa menghadapi masa depan”, ujar La Ode Mirad.
Khusus gelaran O2SN, SMAN 1 Lawa menyiapkan proses seleksi internal dan pelatihan intensif yang mencakup sejumlah cabang olahraga, seperti pencak silat, renang, dan atletik. Sementara pada ajang FLS3N, sekolah menjaring potensi siswa di berbagai bidang kreativitas, mulai dari seni tari kreasi, vokal solo, baca puisi, penulisan cerita pendek, pementasan drama, pembuatan maket, hingga seni fotografi.
La Ode Mirad menekankan pentingnya keberadaan program unggulan sebagai daya tarik utama sekolah di mata masyarakat. Terlebih lagi, SMAN 1 Lawa merupakan salah satu dari 16 SMA/SMK di Sulawesi Tenggara yang masuk dalam kategori sekolah berprestasi.
“Jadi ke depan ada nilai plus dari orang tua siswa jika sekolah memiliki program unggulan. Tidak jarang program unggulan yang dimiliki suatu sekolah dijadikan orang tua sebagai indikator sekolah terbaik”,tuturnya.
Selain mencetak prestasi di ajang lomba tahunan dan mengharumkan nama sekolah, program ini juga didesain untuk membentuk karakter siswa sekaligus mempermudah langkah mereka menuju jenjang perguruan tinggi. Pembinaan yang terarah sejak dini dinilai menjadi kunci utama kesiapan siswa menempuh pendidikan lanjutan.
“Selama ini kan setelah dia lulus SMA dan mau lanjut di perguruan tinggi belum memiliki latar belakang pendidikan yang spesifik. Kalau kita sudah siapkan program unggulan ini, siswa-siswi kita siapkan fokus di bidang ini, misalnya olahraga, fisika, dan sebagainya. Jika itu sudah terbentuk, nanti masuk di perguruan tinggi mereka tidak susah lagi”, kata La Ode Mirad.
Lewat penguatan pembinaan terpadu di bidang sains, olahraga, dan seni ini, manajemen SMAN 1 Lawa optimistis dapat melahirkan generasi muda Muna Barat yang berdaya saing tinggi dan siap menjawab tantangan masa depan.
“Harapan kita melahirkan generasi muda Mubar yang mampu bersaing baik dibidang akademik maupun non akademik”,pungkasnya.














