Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaPeristiwa

Pilu Kebakaran Muna Barat: Lima Rumah dan Dokumen Berharga Ludes, Warga Alami Trauma

256
×

Pilu Kebakaran Muna Barat: Lima Rumah dan Dokumen Berharga Ludes, Warga Alami Trauma

Sebarkan artikel ini
Ketgam:Jerit tangis dan kepanikan pecah di Desa Bakeramba, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, Sabtu (24/10/2026) sore. Dalam hitungan menit, lima unit rumah warga ludes dilalap si jago merah, menyisakan puing-puing arang dan trauma mendalam bagi para korban yang kini kehilangan tempat bernaung sekaligus harta benda bernilai total ratusan juta rupiah.(foto istimewah).

MUNA BARAT, KABARTIME.COM— Jerit tangis dan kepanikan pecah di Desa Bakeramba, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, Sabtu (24/10/2026) sore. Dalam hitungan menit, lima unit rumah warga ludes dilalap si jago merah, menyisakan puing-puing arang dan trauma mendalam bagi para korban yang kini kehilangan tempat bernaung sekaligus harta benda bernilai total ratusan juta rupiah.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kusambi, Rahman, mengungkapkan bahwa insiden nahas yang terjadi sekitar pukul 16.00 WITA tersebut pertama kali terpantau dari salah satu kediaman warga. Berdasarkan keterangan di lapangan, titik api diduga bersumber dari rumah milik Nurhaida, seorang guru paruh waktu.

“Api pertama kali muncul dari rumah milik Nurhaida. Menurut saksi mata, Wa Sudia dan La Rula, terdengar bunyi letusan dari bagian rumah tersebut, lalu api langsung membesar dan cepat merembet karena jarak antar-rumah yang sangat dekat, hanya sekitar dua meter,” ujar Rahman saat dikonfirmasi, Minggu (25/10/2026).

Situasi di lokasi kejadian berlangsung begitu mencekam. Dalam hitungan menit, amukan si jago merah meratakan bangunan semipermanen dan panggung yang berdiri berdampingan.

Warga sekitar yang berdatangan pada pukul 16.10 WITA sempat berusaha memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya. Namun, kencangnya embusan angin serta material kayu yang mudah terbakar membuat warga kewalahan.

Mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi pada pukul 16.30 WITA, dan perjuangan panjang petugas bersama warga baru membuahkan hasil setelah api berhasil dipadamkan total pada pukul 17.30 WITA.

Meski tidak ada korban jiwa maupun laporan korban luka-luka dalam musibah ini, hantaman psikologis yang ditinggalkan cukup mendalam. Para korban kini dilaporkan mengalami trauma berat akibat kehilangan harta benda, tempat bernaung, hingga dokumen masa depan anak-anak mereka.

Dampak material terberat dirasakan oleh La Edi (37) yang kehilangan dua unit rumah sekaligus—terdiri atas satu bangunan permanen dan satu rumah panggung—dengan estimasi kerugian mencapai Rp100 juta.

Nestapa La Edi semakin bertambah karena ijazah pendidikan mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas miliknya ikut hangus terbakar tanpa sisa.

Kerugian signifikan juga dialami oleh Baharudin (32) yang merugi sekitar Rp80 juta setelah rumah batu berukuran 7×5 meter beserta dapurnya ludes. Sementara itu, Nurhaida (33) harus menelan pil pahit kehilangan rumah panggung kayu beserta perabotan berharga, termasuk dua lemari jati dan kompor gas, dengan kerugian ditaksir Rp60 juta.

Orang tua para korban, La Rula (60), turut kehilangan rumah panggung miliknya dengan kerugian ditaksir antara Rp50 juta hingga Rp60 juta.

“Jadi, salah satu korban bernama La Edi ini memiliki dua unit rumah, panggung dan permanen,” tutur Rahman.

Hingga saat ini, aparat penegak hukum masih bekerja mengurai misteri di balik musibah tersebut. Tim INAFIS Polres Muna telah diterjunkan ke tempat kejadian perkara guna melakukan olah TKP dan penyelidikan lanjutan.

“Untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan Tim INAFIS Polres Muna,” kata Rahman.

Menanggapi insiden ini, jajaran kepolisian dan unsur Bhabinkamtibmas mengimbau masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Muna Barat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran rumah tangga, terutama yang berkaitan dengan instalasi kelistrikan yang rentan korsleting maupun penggunaan kompor gas.

Di tengah duka yang menyelimuti warga Desa Bakeramba, secercah solidaritas menjadi penguat bagi para korban untuk bangkit kembali. Pemerintah desa setempat kini membuka posko koordinasi bagi masyarakat luas yang tergerak untuk mengulurkan tangan meringankan beban para korban.

“Semoga para korban diberi ketabahan. Bagi yang ingin membantu, bisa menghubungi Pemerintah Desa Bakeramba,” pungkasnya.


Example 728x250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *