Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaPendidikan

Pemda Mubar Sambut Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah, Guru Dituntut Naikkan Kompetensi

402
×

Pemda Mubar Sambut Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah, Guru Dituntut Naikkan Kompetensi

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Wakil Bupati Mubar, Ali Basa, saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi acara Open Hous Program Revitalisasi dan Digitalisasi Pembelajaran Tahun 2026 di SMP 1 Satap Sawerigading, Mubar, jumat (16/10/2026). (Foto:kabartime.com).

MUNA BARAT, KABARTIME.COM— Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Open Hous Program Revitalisasi dan Digitalisasi Pembelajaran tahun anggaran 2026 di SMP 1 Satap Sawerigadi, Mubar.
Program ini merupakan salah satu Asta cita presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Wakil Bupati Mubar, Ali Basa dalam sambutannya menyampaikan komitmennya mendukung program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran. Langkah strategis ini dinilai sebagai momentum penting untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih baik dan merata di daerah.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Mubar, Ali Basa, saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi acara Open Hous Program Revitalisasi dan Digitalisasi Pembelajaran Tahun 2026 di SMP 1 Satap Sawerigading, Mubar. Ia menilai program nasional tersebut merupakan langkah nyata menjawab tantangan kualitas pendidikan di daerah.

“Kami mengapresiasi program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program ini menjadi langkah nyata untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih baik sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran,” ujar Ali Basa.

Ali Basa menegaskan bahwa jajaran pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh serta bersinergi agar implementasi di lapangan dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan dampak jangka panjang bagi mutu pendidikan.

“Pemerintah daerah siap mendukung dan bersinergi agar fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal, dirawat secara berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan. Bersama kita wujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” tambahnya.

Meski demikian, Politisi PDI Perjuangan ini juga menekankan bahwa perbaikan kualitas pendidikan harus berjalan seimbang antara penyediaan infrastruktur dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Menurutnya, pembenahan gedung tidak akan berdampak maksimal tanpa kesiapan para pengajar.

“Program ini adalah program secara menyeluruh, ada kebijakan Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam rangka meningkatkan mutu kualitas pendidikan. Di mana harus sesuai standar, yaitu bangunan atau gedung yang layak untuk tempat pembelajaran dengan didukung fasilitas kependidikan,” ujar Ali Basa.

Ali Basa juga mengingatkan bahwa arus modernisasi pendidikan merupakan tuntutan zaman yang tidak bisa dihindari oleh daerah.

“Tuntutan era globalisasi, kemajuan tingkat pendidikan harus didukung dengan program digitalisasi pendidikan. Ini adalah era digitalisasi yang tidak bisa kita hindari. Di satu sisi kita dituntut harus mengikuti daripada kemajuan teknologi itu,” kata Ali.

Namun, Ali menggarisbawahi bahwa kecanggihan fasilitas digital tidak akan berdampak signifikan tanpa kesiapan para pendidik di lapangan.

“Kesiapan dan kemampuan, kompetensi daripada sumber daya aparatur di lingkungan kependidikan itu juga sangat dibutuhkan. Seiring kemajuan teknologi, program pembelajaran melalui digitalisasi ini harus berbarengan dengan kompetensi daripada sumber daya, kualitas guru yang ada di Kabupaten Mubar,” tuturnya.

Ali sempat mengenang perbedaan pola pembelajaran masa lalu dengan era digital saat ini yang menuntut adaptasi cepat dari seluruh ekosistem sekolah.

“Seperti pelajaran kami yang dulu, kita pakai papan tulis, pakai kapur. Dari segi kesehatan mungkin tidak layak, tapi itulah pada zaman itu. Hari ini kita diperhadapkan dengan digitalisasi ini. Dalam program digitalisasi ini, siswa itu memang harus aktif, secara pola pikirnya dinamis. Manakala dia tidak berpikir, dia tidak bisa mengikuti program pendidikan itu,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ali memberikan apresiasi kepada jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muna Barat yang dinilai berhasil mengawal program bantuan ini.

“Kami memberi apresiasi yang cukup tinggi terhadap kinerja Kepala Dinas beserta jajarannya dalam menghadirkan 61 Program Revitalisasi sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Muna Barat. Ini hal yang luar biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mubar, La Samaahu, menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas pelaksanaan program prioritas tersebut. Menurutnya, program ini langsung menyasar aspek esensial dalam peningkatan mutu layanan di tingkat satuan pendidikan.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran,” ungkap La Samaahu.

La Samaahu menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat infrastruktur fisik sekaligus menunjang metode pengajaran berbasis teknologi modern di sekolah-sekolah.

“Program ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas layanan melalui penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang lebih baik serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran,” tuturnya.

Lebih lanjut, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muna Barat menaruh harapan besar agar revitalisasi ini mampu menciptakan atmosfer pendidikan yang kondusif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

“Kami berharap revitalisasi dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, digitalisasi pembelajaran diharapkan dapat memperluas akses terhadap sumber belajar dan mendorong pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” kata La Samaahu.

Sebagai wujud komitmen konkret, Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat menyatakan kesiapannya untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan seluruh fasilitas yang disalurkan dapat diserap dan dimanfaatkan secara maksimal oleh satuan pendidikan di daerah.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan program ini, memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, serta mendorong sekolah agar memanfaatkan dan merawat fasilitas yang telah diberikan secara optimal. Bersama-sama kita wujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” pungkasnya.(red).



Example 728x250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *