Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaBerita Muna Barat

SPPG Lawa Komitmen Benahi Menu MBG: Ada Keluhan, Makanan Langsung Diganti

302
×

SPPG Lawa Komitmen Benahi Menu MBG: Ada Keluhan, Makanan Langsung Diganti

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Hasil evaluasi operasional Sistem Informasi Pelaporan Gizi Nasional (SIPGN), SPPG Wamelai, Muna Barat berhasil meraih nilai total sempurna 100 dan menembus jajaran 10 besar terbaik di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).(foto istimewah).

MUNA BARAT, KABARTIME.COM— Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat, merespon cepat berbagai masukan dan keluhan masyarakat terkait higienitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para siswa. Pihak SPPG memastikan seluruh keluhan telah ditindaklanjuti secara langsung guna menjamin kualitas serta mutu pelayanan gizi sekolah tetap optimal.

Kepala SPPG Lawa, Wasir Mahfuz, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat, khususnya para orang tua siswa, yang turut aktif mengawasi dan menyampaikan kritikan membangun terkait penyajian menu MBG.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan para orang tua siswa atas masukan serta keluhan yang disampaikan. Kami menyadari bahwa dalam menjalankan operasional pelayanan ini tidak ada yang sempurna 100 persen, pasti ada dinamika di lapangan. Keluhan ini merupakan sarana evaluasi dan syarat penting bagi kami untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan,” ujar Wasir Mahfuz saat memberikan klarifikasi, Selasa (13/10/2026).

“Keluhan ini merupakan sarana evaluasi dan syarat penting bagi kami untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan”,tambahnya.

Menjawab keluhan warga terkait temuan rambut hingga serangga berupa lipan pada menu makanan, Wasir menegaskan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah taktis saat kejadian di lapangan. Setiap kali ditemukan adanya porsi yang kurang layak, SPPG Lawa langsung menarik dan mengganti hidangan tersebut seketika itu juga.

Untuk mengantisipasi hal serupa, pihak SPPG Lawa kini telah menyiagakan porsi MBG cadangan di setiap sekolah penerima manfaat. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada siswa yang dirugikan atau kehilangan hak mendapatkan asupan gizi yang higienis.

“Begitu ada laporan mengenai temuan rambut pada menu, tim kami di lapangan langsung merespon detik itu juga dengan mengganti hidangan siswa. Kami juga telah menyediakan menu MBG cadangan di sekolah. Jadi, apabila ada porsi makanan yang dianggap kurang higienis oleh siswa atau guru, bisa langsung ditukar saat itu juga,” kata Wasir

Mengenai insiden ditemukannya lipan dalam wadah makanan (omprengan), Wasir menjelaskan bahwa kejadian tersebut sebenarnya berlangsung sekitar empat bulan lalu. Berdasarkan penelusuran internal, asal-usul keberadaan serangga tersebut belum dapat dipastikan secara mutlak berasal dari fasilitas pengolahan SPPG Lawa.

Menurut penjelasan Wasir, saat temuan tersebut dilaporkan, wadah makanan sudah berada di dalam ruang kelas dalam kondisi terbuka, dan serangga yang ditemukan masih dalam keadaan hidup.

“Terkait temuan lipan, peristiwa itu terjadi sekitar empat bulan yang lalu. Saat ditemukan di ruang kelas, lipan tersebut masih dalam kondisi hidup di dalam omprengan yang sudah dibuka. Secara teknis pengolahan dan pemanasan makanan, agak sulit memastikan apakah itu memang berasal dari dapur SPPG atau masuk dari lingkungan luar saat di kelas. Begitu pula dengan temuan rambut, belum bisa dipastikan sumbernya secara definitif,” terangnya.

Meski demikian, Wasir menegaskan bahwa pihak SPPG Lawa memilih untuk tidak berspekulasi dan tetap mengedepankan tanggung jawab pelayanan. Penggantian menu langsung dilakukan demi menjaga kepercayaan serta kenyamanan para siswa.”Terlepas dari mana asal keberadaan benda atau serangga tersebut, prioritas utama kami adalah keselamatan dan kenyamanan siswa. Kami langsung mengganti menunya hari itu juga agar pelayanan MBG di sekolah tetap berjalan maksimal dan higienis,” tambahnya.

SPPG Kecamatan Lawa berkomitmen untuk terus meningkatkan kontrol kualitas pada setiap tahapan, mulai dari pemilahan bahan baku, proses memasak, pengemasan dalam omprengan, hingga distribusi ke ruang kelas. Pihaknya terbuka menerima setiap aspirasi demi memastikan program pemenuhan gizi anak sekolah berjalan sesuai standar kesehatan yang ditetapkan.(red).

Example 728x250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *