MUNA BARAT, KABARTIME.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Muna Barat (Mubar) , La Samahu, meninjau langsung pelaksanaan program Revitalisasi Sekolah di wilayahnya. Peninjauan lapangan ini dilakukan atas instruksi langsung Bupati Mubar, La Ode Darwin, untuk memastikan seluruh proses pengerjaan berjalan baik dan sesuai ketentuan.
Dalam kunjungan tersebut,La Samahu menyampaikan pesan khusus Bupati La Ode Darwin mengenai pentingnya mengikutsertakan masyarakat setempat dalam pengerjaan fisik bangunan. Ia menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar bertujuan membenahi fasilitas dan infrastruktur pendidikan yang rusak, tetapi juga memiliki misi menggerakkan roda perekonomian warga lokal.
“Jadi kalau ada masyarakat sekitar yang mau bekerja, segera diakomodir,” kata La Samahu saat ditemui di sela-sela peninjauan revitalisasi sekolah di SD Negeri 3 Sawerigadi,Mubar. Rabu(5/8/2026).
Meski begitu, La Samahu memberi catatan agar proses perekrutan tenaga kerja lokal tetap tunduk pada aturan teknis dan standar pengupahan yang berlaku.
“Pelibatannya tetap harus sesuai dengan standar dan ketentuan yang ditetapkan. Dalam pengerjaan ini ada standar nilai yang telah ditentukan, misalnya besaran nilai ongkos tukang dan komponen lainnya. Semua sudah ada acuannya,” ujarnya.
Ia menekankan kepada para pelaksana kegiatan agar menyelesaikan pengerjaan tepat waktu, menjaga kualitas fisik bangunan, serta disiplin mematuhi Rencana Anggaran Biaya (RAB).
La Samahu menyampaikan bahwa pemantauan lapangan ini akan dilakukan secara berkala di semua sekolah sasaran. Ia menegaskan, program revitalisasi ini tidak turun begitu saja. Ada peran aktif Bupati Mubar, La Ode Darwin, yang konsisten membangun komunikasi dan kolaborasi intensif dengan kementerian terkait, sehingga berhasil memboyong anggaran pusat langsung ke daerah demi menuntaskan pembenahan sarana pendidikan.
“Meski anggarannya dikucurkan langsung dari pusat, semua itu berkat kerja keras Bupati Mubar La Ode Darwin yang gencar melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat demi menuntaskan infrastruktur pendidikan di daerah kita,”tuturnya.
Demi menyukseskan program nasional ini, La Samahu menilai perlu adanya pengawasan ketat dari Inspektorat Mubar, Dikbud Mubar, serta seluruh elemen masyarakat. Apalagi pengerjaan fisik dijalankan secara swakelola oleh pihak sekolah.
“Kepala sekolah ini bukan kontraktor, sehingga sangat butuh pendampingan dari Inspektorat Mubar, Dikbud Mubar, dan elemen lainnya,”kata La Samahu.
Guna memastikan mutu pengerjaan fisik serta menjaga transparansi, Dinas Dikbud Mubar menerapkan skema pengawasan berlapis.
Pemantauan rutin dilakukan mingguan oleh tim dinas dan Inspektorat, dibantu oleh konsultan internal Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) serta konsultan independen dari akademisi Universitas Halu Oleo (UHO) dan Universitas Muhammadiyah.
“Pengawasan berlapis ini diterapkan demi menjamin transparansi serta akuntabilitas seluruh proses pengerjaan revitalisasi sekolah di Kabupaten Muna Barat,”ujar La Samahu.
Arahan mengenai penggunaan tenaga kerja lokal disambut baik oleh pihak sekolah. Kepala SD Negeri 3 Sawerigadi, Alimudin, menyatakan pihaknya terbuka menampung warga sekitar yang berminat bekerja dalam proyek revitalisasi di sekolahnya. Saat ini, kata Alimudin, sudah ada tiga warga setempat yang terlibat langsung dalam pengerjaan bangunan.
“Sementara di SD Negeri 3 Sawerigadi ini baru tiga orang warga yang bekerja. Tapi saya sudah arahkan, kalau ada yang mau masuk kita akan terima, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan lapangan,”kata Alimudin.
Ia menegaskan pihak sekolah siap menjalankan seluruh instruksi Bupati Mubar Yang disampaikan melalui Dinas Dikbud Mubar.
“Intinya pihak sekolah tetap terbuka, dengan catatan harus mengikuti ketentuan dan standar nilai yang berlaku,”pungkasnya. (red).















