MUNA BARAT,KABARTIME.COM– Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Pemkab Mubar) terus menunjukkan komitmennya dalam menggenjot pemerataan pembangunan wilayah. Langkah strategis terbaru yang berhasil diperjuangkan adalah dipastikannya program pembangunan Sekolah Rakyat masuk dalam agenda prioritas nasional.
Kepastian tersebut diperoleh usai koordinasi dan pertemuan langsung antara pihak Kementerian Sosial dan Pemkab Mubar yang diwakili oleh Wakil Bupati Muna Barat (Mubar) Ali Basa, baru-baru ini.
Proyek bernilai fantastis ini diperkirakan menyerap investasi sebesar Rp250 miliar hingga Rp300 miliar.Guna mendukung percepatan realisasi proyek megah ini, Pemkab Mubar telah menyiapkan lahan hibah seluas 10 hektar yang berlokasi di Desa Sawerigadi, Kecamatan Barangka.
Bupati Mubar,La Ode Darwin,menyampaikan rasa syukur atas diakomodirnya usulan daerah di tingkat pusat. Saat ini, pemerintah daerah tengah bersiap menyambut kedatangan tim teknis dari kementerian terkait untuk meninjau kelayakan lapangan.
“Alhamdulillah, program Sekolah Rakyat tersebut sudah diakomodir. Saat ini kita tinggal menunggu Tim dari Kementerian PUPR turun langsung ke lapangan untuk meninjau dan memastikan kesiapan lokasi. Paling lambat proses lelang akan dilaksanakan pada bulan Oktober mendatang,” ujarnya.
Penetapan kawasan Lawa Raya (Kecamatan Barangka/Desa Sawerigadi) sebagai titik pusat lokasi pembangunan dilakukan secara terencana. Pemerintah daerah berkomitmen agar kue pembangunan tidak hanya menumpuk di satu wilayah saja, melainkan tersebar secara adil di seluruh pelosok Muna Barat.
Sebelumnya, sempat muncul usulan agar proyek bernilai ratusan miliar ini ditempatkan di kawasan Tiworo. Namun, demi menghidupkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan meramaikan wilayah Lawa Raya, penetapan lokasi akhirnya dialihkan.
Kehadiran Sekolah Rakyat ini diproyeksikan tidak hanya mendongkrak mutu dan kualitas pendidikan anak-anak di Muna Barat, tetapi juga menjadi catalyst atau pemicu utama bergeraknya roda perekonomian masyarakat sekitar.
“Sekolah Rakyat ini sengaja kita pusatkan di Lawa Raya biar ada keseimbangan pembangunan. Kemarin kan diusul di bagian Tiworo. Tapi saya bilang sudah di Lawa Raya saja, biar tempat di sana ramai,” Pungkasnya. (red).
















