Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaBerita Muna BaratOpini

Sugimanuru Airport Perkuat Konektivitas dan Pariwisata Sulawesi Tenggara

645
×

Sugimanuru Airport Perkuat Konektivitas dan Pariwisata Sulawesi Tenggara

Sebarkan artikel ini
Bandara Sugimanuru

MUNA BARAT,KABARTIME.COM–Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat (Mubar) kembali mengaktifkan penerbangan di Bandar Udara Sugimanuru.Tepat pada Kamis, 15 Januari 2026 lalu, dilakukan acara seremonial peresmian layanan penerbangan maskapai Sriwijaya Air.

Momentum ini tentu menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Muna Barat dan wilayah sekitarnya, yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam hal akses transportasi udara.

Bandar Udara Sugimanuru berlokasi di Desa Kusambi,Kecamatan Kusambi,Kabupaten Muna
Barat,yang berada di Pulau Muna.Bandara ini merupakan salah satu infrastruktur strategis Sulawesi Tenggara yang berperan membuka akses udara wilayah kepulauan.Keberadaannya tidak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga menegaskan kehadiran negara dalam memperkuat konektivitas antar wilayah.

Selain mendukung mobilitas, Bandar Udara Sugimanuru memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tenggara dikenal memiliki kekayaan wisata bahari, alam, dan budaya yang tersebar di berbagai pulau.

La Ode Syahrul Sadia

Untuk memperkuat arah pengembangannya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah menetapkan konsep Seven Wonders Pariwisata Sultra sebagai acuan pembangunan pariwisata daerah dan sebagai penyangga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Wakatobi, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 310 Tahun 2022.

Seven Wonders Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra) meliputi Koridor Wisata Teluk Kendari-Toronipa-Labengki, Benteng Keraton Wolio-Lambusango (Buton),Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai,Pulau Padamarang Kolaka, Kawasan Karst Pulau Muna, Kawasan Karst Matarombeo,dan Kawasan Mangrove Buton Utara.

Dalam konteks tersebut,Kawasan Karst Pulau Muna menjadi salah satu destinasi unggulan yang difokuskan pada objek wisata Liang Kabori.Kawasan ini memiliki nilai sejarah dan ilmiah tinggi karena menyimpan lukisan manusia purba tertua di dunia. Penelitian BRIN bersama Griffith University Australia menyebutkan usia lukisan tersebut mencapai 67.800 tahun, menjadikannya memiliki daya tarik wisata tersendiri karena keunikannya.

Sesungguhnya,Pulau Muna memiliki potensi wisata yang sangat beragam dan punya keunikan tersendiri, mulai dari wisata alam, pantai, budaya, hingga atraksi tradisional. Beberapa di antaranya adalah wisata bahari seperti Pulau Indo dan Pulau Gala di Muna Barat, Pantai Bungin Pinungan, Walengkabola, Morano di Kabupaten Muna, Pantai Mutiara dan Gua Laumehe di ButonTengah, Wisata Rumah Adat Wuna Kampung Lama, serta berbagai atraksi budaya seperti silat Ewa Wuna, atraksi perkelahian kuda, dan Modero (tarian tradisional berpantun yang sarat akan nilai).

Keberadaan Bandar Udara Sugimanuru menjadi faktor penting dalam mendukung akses menuju berbagai destinasi tersebut. Dengan konektivitas udara yang semakin baik, pariwisata Muna dan kawasan sekitarnya memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

Kedepan, pengembangan bandara ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Selain itu destinasi Muna-Kendari-Buton-Wakatobi akan menjadi semakin terintegrasi dan terpadu sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat melalui aktivitas pariwisata.

Pariwisata yang maju membutuhkan transportasi yang memadai,nyaman,mudah dijangkau,dan terintegrasi. Dalam konteks itulah,Bandar Udara Sugimanuru memainkan peran penting dalam mendukung pengembangan pariwisata di Sultra.

Opini : La Ode Syahrul Sadia
(Pengamat Infrastruktur Transportasi SULTRA)
.

Example 728x250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *