Example floating
Example floating
Example 728x250
Opini

KENDARI: KOTA TADA HUJAN, APA SOLUSINYA?

9
×

KENDARI: KOTA TADA HUJAN, APA SOLUSINYA?

Sebarkan artikel ini
Kordinator Bidang SDM DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HINSI) Mirad,SE.,M.Si

Oleh : NAKMAN

Kendari, 10 Mei 2026 – Tak bisa dipungkiri, sebutan “Kota Tada Hujan” kini bukan lagi sekadar ungkapan biasa, melainkan kenyataan pahit yang dirasakan langsung oleh seluruh warga Kendari. Setiap kali langit mendung dan butiran air mulai turun, hampir seluruh sudut kota seketika berubah menjadi lautan lumpur dan genangan air. Jalan raya yang seharusnya menjadi jalur lancar perhubungan, berubah menjadi aliran sungai yang melambat, bahkan macet total. Rumah warga, pertokoan, hingga fasilitas umum tak luput dari genangan yang kerap meresap masuk, menimbulkan kerugian materi dan rasa takut berulang kali.

Mengapa hujan yang seharusnya menjadi berkah justru berubah menjadi bencana rutin di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara ini? Masalah utamanya bukanlah pada curah hujannya yang terlalu lebat, melainkan karena sistem penanganan air yang belum berfungsi secara maksimal. Saluran pembuangan air hujan yang sempit, dangkal, banyak yang tersumbat sampah, serta tidak terhubung dengan baik ke muara, menjadi biang keladi utama. Belum lagi tata ruang kota yang semakin padat, semakin sedikit lahan terbuka yang bisa menyerap air ke dalam tanah, sehingga seluruh air hujan langsung mengalir ke jalan raya dan menumpuk di titik-titik rendah. Hal ini diperparah dengan pembangunan yang kerap tidak dibarengi dengan perbaikan sistem drainase yang memadai.

Akibatnya, dampak yang dirasakan sangat nyata: aktivitas warga lumpuh seketika, biaya perawatan kendaraan dan bangunan meningkat tajam, risiko penyakit akibat genangan air melonjak, hingga citra Kota Kendari sebagai pusat kemajuan di wilayah timur Indonesia pun ikut ternoda. Pertanyaan besar yang terus bergema di telinga masyarakat adalah: sampai kapan kondisi ini akan terus berulang? Dan apa sebenarnya solusi yang harus dilakukan agar Kendari tak lagi “tada” setiap kali hujan turun?

Berikut adalah langkah-langkah nyata dan solusi menyeluruh yang patut menjadi perhatian seluruh pihak:

Perbaikan dan Pembangunan Sistem Drainase yang Terpadu

Pemerintah kota perlu segera menyusun rencana induk pengelolaan air hujan yang terperinci. Tidak cukup hanya memperbaiki saluran yang rusak, tetapi harus membangun sistem saluran air yang lebih lebar, lebih dalam, terhubung satu sama lain hingga ke muara sungai dan laut, serta dilengkapi dengan kolam penampungan air hujan untuk menampung kelebihan air sebelum dialirkan keluar. Perlu juga dilakukan pembersihan dan pengerukan secara berkala agar tidak lagi tersumbat oleh sampah dan endapan lumpur.

Menyediakan Kembali Ruang Terbuka Hijau

Kendari membutuhkan lebih banyak lahan terbuka, taman kota, dan daerah resapan air. Pembangunan gedung atau perumahan wajib diwajibkan menyediakan lahan resapan air agar air hujan tidak langsung melimpah ke jalan. Hal ini akan sangat membantu menurunkan volume air yang harus dialirkan oleh saluran pembuangan.

Penegakan Aturan dan Kesadaran Bersama

Masalah banjir juga tak terlepas dari kebiasaan membuang sampah sembarangan yang akhirnya menyumbat aliran air. Perlu ada penegakan peraturan yang tegas terhadap pembuangan sampah, serta digalakkan kembali kesadaran seluruh warga untuk menjaga kebersihan lingkungan. Kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab setiap warga Kendari.

Kerja Sama Semua Pihak

Penanganan banjir tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Diperlukan kerja sama erat antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga seluruh warga untuk mengawasi pembangunan, menjaga lingkungan, dan turut serta dalam setiap upaya penanggulangan banjir.


Kendari berhak menjadi kota yang indah, nyaman, dan aman—baik saat terik maupun saat hujan turun. Sebutan “Kota Tada Hujan” tidak boleh menjadi takdir yang abadi, melainkan menjadi cambuk semangat untuk segera berbenah. Dengan perencanaan yang matang, pembangunan yang berkelanjutan, serta kesadaran dan kerja keras bersama, niscaya suatu hari nanti hujan yang turun di Kendari hanya akan membawa kesejukan, bukan lagi kekhawatiran.

Sudah saatnya Kendari bangkit dari genangan air, dan melangkah menjadi kota yang benar-benar layak dijadikan kebanggaan seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara. (opini).

Example 728x250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *