Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaNasional

YASJATI: Sumpah Pemuda Bukan Seremoni, Pemuda Harus Berani Menyelamatkan Arah Bangsa!

151
×

YASJATI: Sumpah Pemuda Bukan Seremoni, Pemuda Harus Berani Menyelamatkan Arah Bangsa!

Sebarkan artikel ini
Humas YASJATI, Alkindi. (foto istimewah).

JAKARTA,KABARTIME.COM— Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Yayasan Jalan Tengah Indonesia (YASJATI) melalui Hubungan Masyarakat, Alkindi, menyampaikan ucapan selamat Hari Sumpah Pemuda kepada seluruh pemuda dan pemudi Indonesia.

Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini harus menjadi momentum kebangkitan kesadaran nasional bahwa masa depan bangsa tidak boleh diserahkan kepada mereka yang hanya pandai berjanji, tetapi harus diperjuangkan oleh generasi yang berani berpikir kritis, bertindak jujur, melawan ketidakadilan, serta berdiri tegak demi kepentingan rakyat dan negara.

“Sumpah Pemuda bukan sekadar tiga kalimat yang dihafalkan setiap 28 Oktober. Sumpah Pemuda adalah janji sejarah yang menuntut keberanian untuk menjaga persatuan, mengoreksi kekuasaan, melawan segala bentuk ketidakadilan, dan memastikan negara tetap berjalan di atas rel konstitusi serta cita-cita kemerdekaan.” kata Alkindi, Rabu (28/10/2026).

Bagi YASJATI, makna Sumpah Pemuda tidak boleh dipersempit menjadi kegiatan seremonial, perlombaan, penggunaan atribut kebangsaan, atau pidato yang selesai ketika acara ditutup. Sumpah Pemuda harus hidup dalam sikap, pikiran, dan tindakan nyata setiap anak bangsa.

Indonesia tidak kekurangan sumber daya alam, tidak kekurangan orang-orang cerdas, dan tidak kekurangan generasi muda yang memiliki potensi besar. Namun, kekayaan dan potensi tersebut tidak akan berarti apabila pengelolaan negara menjauh dari keadilan, hukum kehilangan ketegasannya, korupsi merampas hak rakyat, dan kepentingan publik dikalahkan oleh kepentingan segelintir orang.
Di sinilah pemuda harus mengambil peran sejarahnya.

Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton ketika persoalan bangsa dipertaruhkan. Pemuda tidak boleh bungkam ketika kebenaran membutuhkan pembelaan. Pemuda juga tidak boleh kehilangan keberanian hanya karena kritik dianggap sebagai ancaman bagi kekuasaan.

Mengkritik kebijakan yang keliru bukanlah tindakan anti-negara. Mengawasi kekuasaan bukanlah bentuk pengkhianatan terhadap bangsa. Justru sebaliknya, keberanian menyampaikan kebenaran secara bertanggung jawab merupakan bagian penting dari upaya menjaga demokrasi, memperkuat supremasi hukum, dan menyelamatkan masa depan Indonesia.

Negara yang kuat bukanlah negara yang membungkam kritik, melainkan negara yang mampu menerima koreksi, menegakkan hukum tanpa pandang bulu, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok maupun golongan.

Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa: Jangan Biarkan Indonesia Kehilangan Arah!

Sumpah Pemuda 1928 lahir dari keberanian generasi muda untuk melampaui sekat suku, agama, bahasa, dan kepentingan kedaerahan demi membangun satu cita-cita kebangsaan: Indonesia yang bersatu.

Kini, tantangan itu hadir dalam wajah yang berbeda. Polarisasi sosial, politik identitas, penyebaran informasi yang menyesatkan, kesenjangan sosial, serta praktik penyalahgunaan kekuasaan dapat menggerus kepercayaan masyarakat apabila tidak dihadapi dengan kesadaran kebangsaan dan tanggung jawab bersama.

Karena itu, persatuan tidak boleh dijadikan slogan untuk memaksa rakyat diam. Persatuan harus menjadi kekuatan untuk menyelesaikan persoalan bangsa, melindungi kelompok yang lemah, menghormati perbedaan, dan memastikan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum.

Persatuan tanpa keadilan hanya akan menjadi slogan. Nasionalisme tanpa keberanian membela kebenaran hanya akan menjadi simbol. Dan kemerdekaan tanpa kesejahteraan rakyat berisiko kehilangan makna substantifnya.

YASJATI memandang bahwa pemuda Indonesia harus mampu menjadi kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang menjaga keseimbangan antara kritik dan tanggung jawab, antara kebebasan dan etika, serta antara kepentingan politik dan kepentingan rakyat.

Pemuda Harus Menjadi Penjaga Masa Depan Republik

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 harus melahirkan tekad baru untuk membangun Indonesia yang berdaulat, adil, demokratis, dan bermartabat. Pemuda harus hadir dalam perjuangan pemberantasan korupsi, penguatan supremasi hukum, pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pendidikan, penciptaan lapangan kerja, serta perlindungan hak-hak masyarakat.

Generasi muda juga harus membuktikan bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari jabatan tinggi atau kekuasaan besar. Perubahan dapat dimulai dari keberanian menolak kebohongan, konsistensi menjaga integritas, kesediaan mengabdi kepada masyarakat, dan keteguhan memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan umum.

YASJATI mengajak seluruh elemen pemuda Indonesia untuk tidak menjual idealisme demi keuntungan sesaat, tidak menukar integritas dengan jabatan, dan tidak membiarkan masa depan bangsa ditentukan oleh sikap apatis generasinya sendiri.

“Jangan biarkan Sumpah Pemuda menjadi saksi bahwa generasi terdahulu berani mempersatukan Indonesia, sementara generasi hari ini justru takut memperjuangkan keadilan bagi bangsanya sendiri.”

Semangat Sumpah Pemuda harus menjadi energi untuk membangun negara yang tidak hanya besar dalam wilayah dan jumlah penduduk, tetapi juga kuat dalam karakter, adil dalam penegakan hukum, bermartabat dalam demokrasi, serta nyata dalam menghadirkan kesejahteraan rakyat.

Pada akhirnya, mencintai Indonesia bukan hanya tentang mengibarkan bendera Merah Putih. Mencintai Indonesia berarti berani menjaga kehormatan konstitusi, merawat persatuan, mengawal jalannya pemerintahan, dan memastikan bahwa kekuasaan dijalankan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat.

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98, 28 Oktober 2026. Bersatu bukan berarti bungkam. Berbeda bukan berarti bermusuhan. Mengkritik bukan berarti membenci. Dan mencintai Indonesia berarti berani memperjuangkan masa depannya!.


Example 728x250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *