Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Didesak Dicopot akibat Tuduhan Pencurian, Kepsek SDN 3 Barangka Bantah Sudutkan Warga Waulai

17
×

Didesak Dicopot akibat Tuduhan Pencurian, Kepsek SDN 3 Barangka Bantah Sudutkan Warga Waulai

Sebarkan artikel ini
Gambar Karikatur kabartime.com

MUNA BARAT, KABARTIME.COM— Warga Desa Waulai, Kecamatan Batang Kayu, Kabupaten Muma Barat (Mubar) mengecam pernyataan Kepala Sekolah SDN 3 Barangka, Wa Ode Lindo, yang dinilai menyudutkan masyarakat desa terkait dugaan kasus pencurian. Pernyataan tersebut memicu gelombang protes warga hingga berujung pada tuntutan pencopotan sang kepala sekolah dari jabatannya.

Permasalahan berawal dari insiden hilangnya ban motor milik kepala sekolah di lingkungan sekolah, bersamaan dengan sejumlah fasilitas sekolah lainnya. Lindo kemudian mengunggah pesan ke dalam grup percakapan internal para guru. Namun, tangkapan layar pesan tersebut bocor dan beredar luas di tengah masyarakat.

Tudingan yang bersifat menggeneralisasi tersebut memicu keresahan warga Desa Waulai. Merasa tersinggung, warga mendatangi SDN 3 Barangka untuk meminta klarifikasi langsung dari pihak sekolah.

Harmin, salah seorang warga Desa Waulai, menegaskan bahwa persoalan ini bukan lagi masalah pribadi, melainkan sudah menyangkut harga diri seluruh warga desa.

“Kalau pembicaraan sudah menggeneralisasi dan menuduh masyarakat Desa Waulai pencuri, kami tidak terima. Ini sudah mencemarkan nama baik seluruh warga,” ujar Harmin.

Harmin menilai tuduhan tersebut tidak berdasar serta merusak hubungan harmonis antara pihak sekolah dan masyarakat setempat yang selama ini terjalin baik tanpa konflik. Ia mengkhawatirkan dampaknya terhadap kondusifitas wilayah jika tidak segera ditangani.

“Kalau sudah begini tidak kondusif kampung, Pak. Jangan sampai ada kejadian lagi yang berkaitan dengan kepala sekolah atau fasilitas sekolah, pasti yang dituduh masyarakat sini lagi. Padahal bisa jadi itu pelaku dari luar,” lanjutnya.

Warga khawatir ketegangan ini berpotensi memicu tindakan yang tidak diinginkan dan merugikan lingkungan setempat. Mereka pun mengancam akan memindahkan anak-anak mereka dari sekolah tersebut jika keluhan ini tidak diindahkan oleh dinas terkait.

“Kan tidak mungkin, Pak, anak-anak kita kasi sekolah di sini tapi orang tua siswa dibilangkan pencuri. Masih ada sekolah lain yang dekat dari sini,” tegas Harmin.

Atas dasar tersebut, warga mendesak dinas pendidikan dan pemerintah daerah setempat untuk segera mengambil tindakan tegas berupa pencopotan kepala sekolah guna mengembalikan kondusifitas di lingkungan desa.

Secara terpisah, Kepala Sekolah SDN 3 Barangka, Wa Ode Lindo, memberikan klarifikasinya. Ia menyatakan bahwa pesan yang beredar tersebut murni luapan emosi dan keluh kesahnya di grup WhatsApp internal guru setelah serangkaian insiden kehilangan dan pengrusakan di sekolah terjadi berulang kali.

Sebelum kasus pencurian ban motor beserta velg-nya, SDN 3 Barangka sempat mengalami pengrusakan papan proyek rehabilitasi, pencurian seng, hingga pengrusakan papan cor bangunan.

“Z tidur di sekolah padahal dicuri ban motor saya dengan velg-velgnya,” kata Lindo menggambarkan peristiwa saat itu.

Dalam unggahan di grup internal yang bocor, Lindo menyertakan foto sepeda motor tanpa ban dan menuliskan pesan dalam bahasa Muna: “Nodeeromo ingka we Desa Waulai ini minamo notingaraimo kasibuno” (Sudah keterlaluan di Desa Waulai ini, sudah tidak bisa ditoleransi pencurinya)”,katanya dalam isi percakapan di Grup Watshap internal SDN 3 Barangka.

Meski demikian, Lindo membantah tuduhan bahwa ia menyudutkan seluruh warga desa sebagai pencuri.

“Tidak ada maksud menyebut masyarakat sebagai pencuri. Saya hanya menyebut tempat, yaitu Desa Waulai,” ungkap Lindo.

Ia menekankan bahwa pesan tersebut semata-mata diunggah untuk kalangan internal guru dan tidak menyangka percakapan itu bisa menyebar ke luar.

“Saya tidak tahu juga siapa yang menyebarkan percakapan itu. Yang jelas saya tidak menyebut masyarakat di sini, hanya memang tempat kejadian dan alamat sekolah berada di Desa Waulai ini,” pungkasnya.(red).

Example 728x250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *