Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

HIPMI Sultra Siap “All Out” Dukung Pemda Perkuat Hulu Perkebunan, Pengusaha Muda Ambil Peran Strategis

82
×

HIPMI Sultra Siap “All Out” Dukung Pemda Perkuat Hulu Perkebunan, Pengusaha Muda Ambil Peran Strategis

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Kepala Dinas Perkebunan dan Holtikultura, LM. Rusdin Jaya (tengah) Sabarudin SE.,M.Dev. Wakil ketua 7 HIPMI Sultra (Kanan) dan Ketua Umum BPD HIPMI, Triawan Rizbar Taha (kiri).(Foto Istimewah)

KENDARI, KABARTIME.COM– Badan Pengurus Daerah Himpungan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Sulawesi Tenggara menyatakan komitmen penuh untuk mendukung langkah strategis Pemerintah Daerah (Pemda) Sultra dalam memperkuat sektor hulu komoditas perkebunan unggulan.

Langkah ini menyusul kebijakan Pemda Sultra yang mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp185,9 miliar pada tahun 2026. Dana tersebut difokuskan untuk membangkitkan sektor perkebunan melalui penyediaan benih unggul, distribusi pupuk, hingga dukungan Hari Orang Kerja (HOK) bagi kelompok tani. Inisiatif ini dipandang sebagai fondasi krusial sebelum memasuki fase hilirisasi besar-besaran yang ditargetkan pada 2028–2029 mendatang.

Wakil Sekretaris Umum Bidang VII BPD HIPMI Sultra (Bidang Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan), Sabarudin, menegaskan bahwa penguatan di sektor hulu adalah kunci utama untuk menciptakan nilai tambah komoditas daerah.

“Kebijakan penguatan sektor hulu perkebunan ini adalah langkah yang sangat tepat. Kita tidak bisa bicara hilirisasi tanpa memastikan hulu kita kuat. Dengan benih unggul dan pemupukan yang presisi, produktivitas serta kualitas hasil perkebunan kita akan meningkat signifikan dalam tiga tahun ke depan,” ujar Sabarudin.

Menurut Sabarudin, keberhasilan program ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput. Peningkatan produktivitas secara otomatis akan mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan petani pekebun di Sulawesi Tenggara.

HIPMI Sultra pun siap berkolaborasi dalam membangun ekosistem pertanian yang tangguh guna mewujudkan cita-cita swasembada pangan dan kemandirian ekonomi daerah.

Sebagai wadah para pengusaha, HIPMI Sultra tidak ingin hanya menjadi penonton. Organisasi ini menegaskan komitmennya untuk berpartisipasi secara profesional sebagai mitra pemerintah, khususnya dalam Penyediaan Benih Unggul dengan menjamin ketersediaan varietas terbaik sesuai standar teknis. Kemudian Distribusi Pupuk Berkualitas dan Memastikan pasokan pupuk tepat sasaran dan sesuai regulasi serta Mendukung pendampingan bersama penyuluh pemerintah untuk menjamin kualitas hasil panen.

“Kami di HIPMI siap mengambil peran sebagai mitra penyedia yang akuntabel. Kami ingin memastikan bahwa anggaran besar yang dialokasikan pemerintah benar-benar terkonversi menjadi pertumbuhan ekonomi yang nyata bagi daerah,” tutup Sabarudin.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya, menjelaskan bahwa anggaran Rp185,9 miliar tersebut merupakan hasil verifikasi Kementerian Pertanian (Kementan) yang akan disalurkan ke 15 kabupaten di Sultra.

Penguatan hulu menjadi prioritas melalui bantuan penyediaan benih, pupuk, hingga dukungan Hari Orang Kerja (HOK) bagi kelompok tani. Beberapa poin utama sebaran bantuan tersebut antara lain:
Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Fokus pada pengembangan pala, kelapa, dan kakao.
Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Fokus pada komoditas lada, pala, dan mete.

Wilayah Kepulauan (Buton, Buteng, Busel, Mubar) Didominasi pengembangan komoditas mete.
Kabupaten Muna & Wakatobi Fokus pada kelapa dan mete. dan Kota Kendari & Baubau: Fokus pada pengembangan hortikultura.

“Seluruh usulan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) telah melalui verifikasi ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Jika hulu berjalan sesuai rencana, kami optimis surplus komoditas tercapai dalam tiga tahun ke depan untuk kemudian masuk ke tahap industri pengolahan,” kata Rusdin Jaya.

Program ini masih dalam tahap mini kompetisi di Kementan dengan target penyaluran bantuan dimulai pada Mei atau Juni 2026 agar sesuai dengan kalender musim tanam.

HIPMI Sultra memandang keberhasilan penguatan hulu ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani akar rumput. Dengan produktivitas yang tinggi, nilai jual komoditas akan meningkat, yang pada gilirannya akan mempercepat terwujudnya swasembada pangan di Sulawesi Tenggara.

“Kami ingin memastikan anggaran besar ini benar-benar terkonversi menjadi pertumbuhan ekonomi nyata. Sebagai mitra yang akuntabel, pengusaha muda Sultra siap mengawal ekosistem ini dari hulu hingga siap menuju hilirisasi,” tutup Sabarudin. (red/kabartime.com)

Example 728x250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *