Muna Barat, Kabartime.com-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut ada beberpa Sesar aktif yang bisa memicu terjadinya gempa Bumi. Sesar adalah patahan pada lapisan penyusun bumi yang mengalami pergerakan.
Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, memaparkan bahwa potensi kerawanan geofisika di Sulawesi tenggara karena Sulawesi Tenggara merupakan Kawasan seismik aktif.
Seismik ini merupakan Gelombang yang menjalar melalui lapisan-lapisan bumi, sebagai hasil dari gempa bumi, letusan gunung api, pergerakan magma, gerakan tanah dan kegiatan manusia
Di Sultra terdapat beberapa jalur sumber gempa sesar aktif yaitu Sesar NaikTolo (Mw7,4), Sesar Lawanopo (Mw7,5), Sesar Kendari Utara (Mw6,5), Sesar Kendari Tengah (Mw6,5), Sesar Kendari Selatan (Mw6,5), Sesar Buton A (Mw6,2), Sesar Buton B (Mw7,1).
“Berdasarkan Peta Aktivitas kegempaan/Seismisitas, tampak bahwa sumber gempa sesar-sesar aktif di Sulawesi Tenggara dan sekitarnya sangat aktif memicu gempa bumi dalam berbagai magnitudo dan kedalaman”, jelasnya saat memberikan beberapa pemaparan terkait potensi rawan bencana jelang Pemilu secara daring bersama Pj Gubernur Sultra dan Pj Bupati Mubar, pada Kamis (1/2) lalu.
Kata dia, Pelaksanaan pemilu yang dijadwalkan pada tanggal 14 Februari 2024 Prediksi curah hujan Februari 24 sudah mengalami peningkatan. Curah hujan Kategori menengah dengan sifat hujan normal sampai atas normal.
“Potensi dampak bencana yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pemilu diantara rusak nya daftar pemilih, terganggunya infrastruktur pendukung, pemindahan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS), terhambatnya proses distribusi kotak suara dan sebagainya”, jelasnya.
Selanjutnya dalam hal menghadapi potensi bencana tersebut, BMKG telah melakukan tindakan dengan mengedepankan informasi cuaca yang cepat, tepat dan akurat, serta meningkatkan koordinasi dengan K/L dan stakeholder terkait, dalam mengantisipasi terjadinya potensi bencana hidrometeorologi dan selalu mengupdate kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjaga dan meningkatkan kualitas dan kuantitas informasi yang dikeluarkan.
Olehnya itu, Ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrim yang menyebabkan terjadinya potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Masyarakat juga di harapkan agar tetap meng-update informasi cuaca dari BMKG (Cuaca Publik, Cuaca Penerbangan Dan Cuaca Maritim) melalui kanal-kanal yang tersedia, baik melalui call centre 196, website www.bmkg.go.id, sosial media info BMKG di instagram dan YouTube, serta pada aplikasi telepon pintar info BMKG.
“Di harapkan kepada masyarakat agar lebih mengenali lingkungan dan potensi bencana di lingkungan tempat tinggalnya, karena salah satu upaya mitigasi sesungguhnya adalah dengan memahami cuaca dan lingkungan tempat kita tinggal, sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana hidrometeorologi yang dapat datang sewaktu-waktu”, pungkasnya.
















