Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKesehatan

Dinkes Mubar Gencarkan Aksi Cegah Stunting dan Anemia di SMPN 1 Lawa

393
×

Dinkes Mubar Gencarkan Aksi Cegah Stunting dan Anemia di SMPN 1 Lawa

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muna Barat (Mubar) La Ode Mahajaya saat membuka kegiatan gerakan cegah Stunting dan Aksi bergizi di SMP Negeri 1 Lawa, Selasa (11/11/2025).(foto:kabartime.com)

MUNA BARAT, KABARTIMEMCOM– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muna Barat (Mubar), Provinsi Sulawesi Tenggara, kembali menggelar kegiatan strategis melalui gerakan Cegah Stunting dan Aksi Bergizi. kali ini, kegiatan tersebut menyasar siswa-siswi di SMPN 1 Lawa.

Kepala Dinas Kesehatan Muna Barat, La Ode Mahajaya, mengungkapkan bahwa kegiatan ini berfokus utama pada pencegahan terjadinya anemia yang merupakan salah satu pemicu stunting. Anemia sendiri adalah masalah kesehatan yang dapat menyerang berbagai kelompok usia, mulai dari balita, remaja putri, hingga ibu hamil. Mahajaya menekankan urgensi dari pencegahan ini dengan mengutip data riset.

“Berdasarkan hasil riset anak usia 5-14 tahun, terdapat 26,8 persen yang mengalami anemia. Ini berarti, setiap 10 anak ada 3 orang yang mengidap penyakit anemia,” kata Mahajaya, Selasa (1/1/2025).

Untuk menanggulangi kondisi tersebut, Dinkes Mubar mengambil langkah edukatif dengan memberikan pemahaman kepada siswa SMPN 1 Lawa. Edukasi yang diberikan meliputi anjuran untuk melakukan aktivitas fisik agar tidak malas bergerak, serta edukasi gizi dan pengetahuan tentang makanan bergizi.

Ketgam: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muna Barat (Mubar) La Ode Mahajaya saat membuka kegiatan gerakan cegah Stunting dan Aksi bergizi di SMP Negeri 1 Lawa, Selasa (11/11/2025).(foto:kabartime.com)

“Kami sampaikan, kalau sering jajan jangan yang tinggi kadar gula atau kadar garam, harus jajanan yang sehat,” tambahnya.

Menurut Mahajaya, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih berada dalam masa pertumbuhan yang krusial. Oleh karena itu, diperlukan gizi yang seimbang agar tidak menghambat optimalisasi masa pertumbuhan mereka. Ia juga menyoroti keterkaitan erat antara anemia pada ibu dan stunting pada anak.

“Kalau ibunya anemi maka kemungkinan anaknya juga anemi. Ketika anaknya anemi maka dipastikan akan stunting,” bebernya.

Sebagai tindak lanjut, Dinkes memberikan tablet penambah darah kepada para siswa. Mereka juga secara khusus mengajak seluruh siswa untuk membiasakan sarapan pagi.

“Asupan gizi pada pagi hari penting agar ketika menerima pelajaran gampang dicerna dengan otak,” pungkas Mahajaya.(red/kabartime.com)

Example 728x250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *