Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaBerita Muna Barat

Bupati Mubar Warning Pengguna Bom Ikan dan Trol di Selat Tiworo: Kalau Tidak Dengar, Saya Suruh Tangkap satu-satu

665
×

Bupati Mubar Warning Pengguna Bom Ikan dan Trol di Selat Tiworo: Kalau Tidak Dengar, Saya Suruh Tangkap satu-satu

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Bupati Muna Barat (Mubar) La Ode Darwin Bersama Wakil Bupati Mubar Ali Basa saat menggelar konferensi pers terkait kondisi APBD Mubar tahun 2026, di kantor DPRD Mubar, kami (27/11/2025),(foto:kabartime.com).

MUNA BARAT, KABARTIME.COM – Bupati Muna Barat (Mubar), La Ode Darwin, menyoroti tajam kebiasaan buruk sejumlah nelayan yang masih menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan di perairan Selat Tiworo dan sekitarnya. Hal tersebut ditegaskan Darwin saat menyerahkan bantuan alat tangkap kepada masyarakat nelayan di Kantor Dinas Perikanan Mubar, Selasa (16/12/2025).

Dalam arahannya, La Ode Darwin menyebutkan bahwa penggunaan bom ikan dan trawl (trol) di wilayah perairan Mubar dipicu oleh kurangnya pemahaman nelayan serta keinginan untuk mendapatkan hasil tangkapan secara instan tanpa memikirkan dampak jangka panjang.

Bupati mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keberlangsungan ekosistem bawah laut Mubar. Berdasarkan pantauannya selama perjalanan rute Tondasi-Torobulu, aktivitas pengeboman dan penggunaan trawl masih merajalela setiap harinya.

“Nelayan kita ini kan mau cepat mendapatkan hasil, mereka menggunakan bom dan trol. Kalau kondisinya seperti ini terus, maka habislah kita punya laut,” ujar Darwin dengan nada prihatin.

Ia memperingatkan bahwa jika praktik merusak ini terus dibiarkan, dalam kurun waktu lima tahun ke depan, habitat laut Mubar diprediksi akan musnah, yang pada akhirnya akan menyengsarakan nelayan itu sendiri.

“Nelayan sudah tidak bisa mencari lagi. Mau memancing sudah tidak ada ikan, mau cari kepiting sudah habis karena di bawah laut sudah hancur digulung trol setiap hari,” terangnya.

Untuk mengantisipasi hal itu Pemerintah Kabupaten Muna Barat berkomitmen untuk mengambil langkah konkret. Darwin memerintahkan para Kepala Desa untuk gencar melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada para nelayan agar beralih ke alat tangkap yang ramah lingkungan.
Namun, ia menegaskan tidak akan segan mengambil tindakan hukum jika imbauan tersebut diabaikan.

“Kita sosialisasi dulu melalui Kepala Desa dan Dinas Kelautan dan Perikanan. Kita juga akan bentuk tim khusus. Namun, jika tetap tidak dipatuhi, saya akan berkoordinasi langsung dengan Kapolda agar para pelaku ditangkap satu per satu,” tegasnya.


La Ode Darwin juga menceritakan pengalamannya sendiri saat turun ke laut. Ia membandingkan kondisi perairan Mubar saat ini dengan kondisi 20 tahun lalu yang sangat produktif.

“Hancur laut kita pak. Saya yakin 20 tahun lalu, kalau pancing diturunkan pasti langsung disambar ikan. Tapi saat ini, saya pergi mancing, saya putar-putar tidak dapat ikan. Inilah fakta yang terjadi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat nelayan untuk menjaga potensi laut demi masa depan generasi mendatang.

“Jagalah laut kita, karena disitulah anak cucu bapak dan ibu mencari kehidupan,” pungkasnya.(red/kabartime.com).

Example 728x250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *