Example floating
Example floating
Example 728x250
Peristiwa

Awal Tahun 2024, Tiga Warga Mubar Diserang Buaya, Satu Orang Meninggal Dunia

734
×

Awal Tahun 2024, Tiga Warga Mubar Diserang Buaya, Satu Orang Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

Muna Barat,Kabartime.com-Awal tahun 2024, Kabar duka menyelimuti keluarga Nikolas Tobias asal Desa Lemoambo Kabupaten Muna Barat (Mubar) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pasalnya pada hari Rabu 10/1 2014 terjadi tragedi yang memilukan dimana salah satu anaknya LS, yang baru berumur 8 tahun kehilangan nyawa akibat serangan buaya.  Bocah Kelas 2 Sekolah Dasar Negeri ( SDN) 10 Kusambi itu di terkam buaya saat memancing bersama Kakaknya tepatnya di Kali Remba Desa Lemoambo Kecamatan Sawerigadi Mubar.

Tragedi memilukan itu disaksikan oleh Kakak korban, Jiro (18). Ia  mengaku bahwa saat itu adiknya tiba-tiba melompat di kali ketika mereka sedang memancing dengan tujuan agar aktifitas memancing berhenti. Namun saat mau naik dari kali LS langsung diterkam Buaya.

“Kami hanya bisa menyaksikan sambil menangis, kita juga berusaha melempar buaya dengan alat seadanya, namun tidak berhasil ” ujarnya.

Setelah itu, kakak dan teman korban langsung berlari untuk meminta tolong ke warga di perkampungan. Warga juga sempat berusaha untuk menyelamatkan korban, namun saat itu Korban masih berada dalam mulut buaya dengan kondisi tidak bergerak. 

Demi menyelamatkan korban, warga sekitar terus berusaha dengan mencoba menghalau pergerakan buaya sembari  melempari dengan peralatan seadanya. Namun usaha mereka tak membuahkan hasil karena buaya yang menggigit korban menghilang dengan masuk ke dasar sungai.  

Setelah itu, masyarakat terus melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai yang diduga menjadi tempat persembunyian buaya tersebut. Namun usaha usaha mereka tak membuahkan hasil.

Atas peristiwa tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Muna, langsung melakukan tindakan dan tiba  tiba di LKP sekitar pukul 22.00 Wita. Tim Sar Gabungan Langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, kemudian melakukan penyisiran.

“Setelah melakukan penyisiran, Pada Pukul 05.30 Wita Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Jasad korban di temukan sekitar 1 km arah utara barat laut dari lokasi korban pertama kali dilaporkan hilang”, kata Kepala KPP Kendari, Muhamad Arafah dalam rilisnya. 

Selain di Desa Lemoambo, peristiwa  Buaya menyerang manusia  juga terjadi di Desa Tondasi Kecamatan Tiworo Utara, Mubar. Peristiwa itu terjadi pada bulan februari 2024, kurang lebih satu bulan setelah meninggalnya anak SD yang di terkam buaya di Desa lemoambo, kecamatan Sawerigadi Mubar. 

Adalah Zul Idam, ia di terkam buaya ketika sedang duduk di dermaga pelabuhan Tondasi bersama teman-temannya.  Kendati Demikian, Zul Idam tidak separah yang dialami bocah asal lemoambo.  Zul berhasil diselamatkan oleh warga sekitar, namun ia menderita luka parah akibat gigitan buaya dan harus dilarikan di RSUD Mubar.

“Kami lagi duduk-duduk, di dermaga tiba-tiba buaya langsung lompat menerkam Korban dan coba menyeret korban ke dalam air.  saya teriak minta-minta tolong”, kata Dahwia. 

Sementara itu, keluarga Korban,Talia, mengaku Korban sempat ditarik buaya di laut,saat itu korban sempat melawan dan berusaha meminta tolong. Mendengar suara korban minta tolong, ia juga langsung berteriak dan meminta tolong pada warga sekitar. 

 “Warga kemudian segera memberikan pertolongan kepada korban dengan ikut terjun ke dalam laut. Buaya kemudian melepas gigitannya dan langsung pergi menjauh”, tuturnya. 

Setelah berhasil diselamatkan warga, Korban kemudian  langsung dipapah naik di atas pelabuhan. Korban mengalami luka yang cukup lebar pada bagian paha kirinya sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit.  

Berdasarkan informasi dari masyarakat, Penyerangan buaya terhadap warga di Desa Tondasi bukan kali pertama terjadi, sebelumnya juga seorang warga lain  diterkam buaya namun berhasil menyelamatkan.

Selain itu, pada tanggal 30 Maret 2024, tepatnya hari Sabtu, kejadian yang serupa juga menimpah warga desa Maperaha, Kecamatan Sawerigadi, Mubar.  Seorang petani, La Kanene, juga diserang buaya ketika hendak mandi di kali Laworo. 

“Saya hendak mandi tiba-tiba diserang buaya, dengan menggigit bagian pinggang, namun gigitannya terlepas. Kemudian menyerang kaki kiri”,,katanya.

Korban mengaku sempat bertarung dengan buaya di dalam kali. Ia sempat berguling dengan buaya. Saat hendak menusuk mata buaya dengan tangan ternyata tangannya masuk dalam mulut buaya. 

Ketika tangannya masuk dalam mulut Buaya, Korba kemudian berusaha menyelamatkan tangannya namun tidak bisa. Ia kemudian mencabut parang yang ada di pinggang dan menusuk leher buaya sehingga mulutnya terbuka dan tangan korban terlepas dari gigitan buaya.

“Buayanya besar dan berwarna kuning, saat di gigit itu saya juga melawan. Hanya saja pas saya mau tusuk matanya ternyata salah sasaran dan masuk dalam mulut buaya. Disitu saya ambil parang dan menusukan di leher. Tidak lama buaya melepaskan tangan saya dan langsung lari. Kalau tidak susah terlepas tangan”,katanya, ketika di temui di RSUD Mubar

Atas kejadian itu, korba mengalami lukah parah bagian kaki, tangan dan pinggang. Saat ini korban masih dirawat di RSUD Mubar dan biayanya ditanggung oleh BPJS kesehatan.

Example 728x250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *