KENDARI,KABARTIME.COM – Dinamika politik internal Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin menjadi sorotan dengan adanya perbedaan alasan penundaan Musyawarah Daerah (Musda) XI. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sultra menyatakan bahwa penundaan ini disebabkan oleh agenda Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, yang tengah mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam kunjungan kerja ke luar negeri.
Ketua Panitia Musda DPD I Golkar Sultra, Abu Hasan, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di Kantor DPD I Golkar Sultra, Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, Mandonga, Kota Kendari.
“Kami ingin menyampaikan bahwa Musda ke XI Partai Golkar Sultra ditunda sambil menunggu penyampaian berikutnya dari DPP Golkar,” ujarnya.
Abu Hasan menjelaskan bahwa Ketua Umum DPP Golkar sangat berkeinginan untuk hadir langsung dalam Musda Sultra, mengingat statusnya sebagai putra daerah Sulawesi Tenggara.
“Beliau sangat berkeinginan untuk hadir pada Musda Golkar Sulawesi Tenggara. Salah satu alasan subjektifnya adalah beliau adalah putra daerah Sulawesi Tenggara,” tambahnya.
DPD Golkar Sultra juga menepis anggapan bahwa penundaan ini berkaitan dengan gejolak internal atau eksternal partai.
“Sampai hari ini, suasana eksternal dan internal Partai Golkar di Sultra sangat kondusif. Jika ada dinamika internal, itu masih dalam batas-batas yang bisa diatasi oleh pengurus dan panitia penyelenggara yang ada,” jelas Abu Hasan, yang juga mantan Bupati Buton Utara.
Ia menambahkan bahwa seluruh persiapan teknis Musda telah matang dan siap dilaksanakan sesuai jadwal semula.
“Namun dengan penundaan ini kami tetap tegak lurus kepada DPP Golkar, menghargai setiap keputusan, dan menjaga marwah partai ini. Oleh karena itu, kami menunggu penyampaian selanjutnya dari DPP,” tegasnya.
Pernyataan ini berbeda dengan keterangan yang disampaikan sebelumnya oleh Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, yang menyatakan bahwa penundaan Musda Sultra dilakukan demi memastikan tertibnya mekanisme organisasi.
“DPP memandang perlu menunda pelaksanaan Musda Sultra untuk memastikan seluruh proses organisasi berjalan tertib dan sesuai dengan aturan partai,” ujar Doli pada Kamis (23/10).
Ahmad Doli Kurnia Tanjung juga mengimbau seluruh kader Golkar di Sultra untuk tetap tenang dan fokus menjaga kekompakan partai. Hingga saat ini, baru satu calon yang telah mengambil formulir pendaftaran, yakni Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melalui perwakilannya pada Kamis (23/10).(red/kabartime.com).
















